Piool.com - Beberapa saat kemudian, rintihan Tri semakin keras, dan cairan tubuhnya terasa semakin banyak, tubuhnya melenting kaku dan dari mulutnya keluar suara seperti orang sekarat, Tri tengah dibuai perasaannya yang sedang menuju puncak kenikmatan. Wajahnya benar-benar cantik pada saat itu, setelah didera depresi sekian lama, sepertinya ini semacam pelepasan buat dia. Bagian dalam dinding vaginanya menjepit keras dan berdenyut-denyut, badannya terhentak-hentak, Tri mengalami orgasme yang dahsyat, yang membuat perasaannya melayang-layang dan setelah masa kenikmatan itu mereda, badannya terhempas lemas di atas sofa. Dadanya terlihat naik turun dengan nafas memburu seakan-akan orang yang baru menyelesaikan lari cepat 100 m dan kedua matanya terkatup rapat. Bintik-bintik keringat menghias pelipisnya menandakan satu ronde dari suatu pergulatan seru yang banyak memakan tenaga, yang baru saja diselesaikannya.
Akan tetapi bagi Mr. Gulam pertarungan ini belum selesai, bahkan baginya ini baru babak permulaan ataupun babak pemanasan saja. Melihat Tri yang ayu itu sudah terkapar lemas itu dengan kedua matanya yang tertutup dan badannya yang langsing itu tergolek pasrah, menimbulkan suatu perasaan sensasi pada Mr. Gulam. Lelaki India tersebut sangat bersyukur bisa menguasai dan menikmati tubuh gadis ayu tersebut yang langsing dan mulus itu. Dengan penisnya yang besar masih terbenam dalam kemaluan gadis tersebut, Mr. Gulam memeluk badan Tri dan mengangkatnya dari sofa.
Sekarang badan yang langsing dari gadis tersebut digendong oleh lelaki tersebut, kedua bukit kecil dengan putingnya yang menonjol keras dari buah dada Tri tertekan rapat dan tergesek-gesek pada rambut-rambut lebat pada dada Mr. Gulam. Kepala Tri terkulai lemas bersandar pada pundak lelaki tersebut, kedua tangan Mr. Gulam memegang kedua bongkahan pantat Tri dan kedua kaki Tri melingkar pada pinggang Mr. Gulam. Dari belakang kelihatan belahan pantat Tri merekah dan penis hitam besar lelaki India tersebut masih bersarang di dalam liang kemaluan gadis tersebut yang menjepit rapat batang penis tersebut. Mr. Gulam membawa badan gadis tersebut merapat ke tembok ruangan tersebut, menekannya di tembok dan mulai menggerakan pantatnya sendiri maju mundur menekan pantat Tri ke tembok, akibatnya penisku yang hitam besar itu menerobos keluar masuk kemaluan Tri yang telah basah oleh cairan kenikmatan yang keluar pada waktu gadis itu mengalami orgasme. Gerakan pantat lelaki itu semakin lama semakin cepat dan tekanannya semakin dalam saja. Badan Tri menggeliat-geliat, “Ooohh.. oohh.. eehhmm..!” suara lirih terdengar keluar dari mulut Tri setiap kali lelaki tersebut menekan pantatnya dengan kuat.
Terkait
Sementara sedang asyik-asyiknya Mr. Gulam mengerjai Tri yang telah lemas itu, tiba-tiba pintu apartement itu terbuka dari luar dan Raj Kumar yang katanya hendak membeli minuman masuk, kedua tangannya membawa minuman Fanta merah 2 botol besar. Dia melihat sejenak pada aksi Mr. Gulam yang sedang mengerjai Tri itu dengan senyum-senyum. Sementara itu Tri yang terkejut dengan kedatangan Raj tersebut, merasa sangat malu dan mencoba melepaskan diri dari Mr. Gulam, akan tetapi Mr. Gulam dengan ketat tetap memeluk Tri dan melanjutkan kegiatannya itu. Kemudian Mr. Gulam dengan tetap menancapkan penisnya ke dalam kemaluan Tri mengambil posisi duduk di sofa dengan kedua kakinya terjulur mengangkang di lantai dan Tri berada dalam posisi duduk di atas, Lanjut baca!

0 Response to "Triastuti Diantara Pelukan Dua Lelaki 2"
Posting Komentar