Explore Zona Dewasa

Triastuti Diantara Pelukan Dua Lelaki 1

Iklans.comSetelah kejadian pada hari yang tidak terlupakan itu, Tri menjadi trauma untuk tinggal sendirian di ruang kerjanya pada jam istirahat, Tri selalu berusaha untuk pergi keluar bersama dengan teman-teman sekantor lainnya. Selama itu Mr. Gulam tetap saja berlaku seperti biasa, seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa, demikian juga dengan Tri, masing-masing berusaha menjaga kerahasiaan kejadian tersebut hanya di antara mereka dengan alasan sendiri-sendiri.


Tidak terasa waktu berjalan demikian cepat, 3 (tiga) bulan telah berlalu sejak kejadian tersebut. Buat Tri kejadian tersebut merupakan mimpi buruk yang tidak begitu saja dapat dihilangkan. Sampai saat itu seakan-akan masih terasa tangan besar berbulu dari lelaki India tersebut yang merangkulnya dengan erat badannya yang langsing itu, disamping perasaan tidak berdaya menelungkupinya ketika tangan tersebut mengelus-elus seluruh badannya dan bermain-main pada kedua buah dadanya dan yang lebih menggelisahkannya lagi adalah perasaan yang masih membekas pada pangkal pahanya sampai saat ini.

Terlebih-lebih ketika Tri sedang tidur telentang di tempat tidurnya, terbayang dan terasa penis besar hitam lelaki tersebut mengaduk-aduk lubang kemaluannya yang menimbulkan perasaan sensasi dan membuat seluruh badan Tri panas dingin diliputi kenikmatan yang tidak terbayangkannya. Kadang-kadang ada perasaan yang mendesaknya untuk mau lagi mengalami peristiwa itu, tapi di lain pihak perasaan halusnya dan harga diri sebagai seorang wanita yang bermartabat tinggi, mengingatkan bahwa peristiwa yang dialami itu adalah merupakan suatu perkosaan yang brutal yang tidak pantas untuk diingat-ingat kembali.

Hari demi hari berlalu dengan cepat tanpa ada kejadian istimewa, pekerjaan-pekerjaan di kantornya semakin sibuk menyita waktu Tri, sehingga kejadian tersebut mulai dapat dilupakannya. Sampai pada suatu hari, tiba-tiba terjadi demonstrasi para mahasiswa di sekitar Bundaran Semanggi tidak jauh dari kantor tempat Tri bekerja. Karena situasi pada saat itu sangat memanas, maka pimpinan kantor memutuskan untuk memulangkan para karyawannya lebih awal untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat itu baru menunjukan pukul 14.30 siang, setiap karyawan buru-buru mengemasi barang-barangnya di atas meja, mengunci laci dan lemari-lemari pada ruang kerja masing-masing dan cepat-cepat turun dari gedung kantor untuk buru-buru pulang. Demikian juga dengan Tri, dengan cepat dia membereskan surat-surat yang bertebaran di atas meja kerjanya dan segera dimasukkan ke dalam laci meja kerjanya. Setelah menguncinya dengan rapi Tri segera keluar ruang kerjanya dan cepat-cepat menuju lift untuk turun ke bawah.

Di lantai 25 tempat Tri bekerja itu telah kosong, seluruh karyawan telah turun terlebih dahulu, hanya Tri sendirian yang menunggu lift untuk turun ke bawah. Setelah lift yang turun dari atas terbuka, Tri dengan cepat segera masuk ke dalamnya dan segera lift itu menutup kembali dan bergerak turun. Tiba-tiba Tri menyadari, dia hanya berdua dengan, Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Triastuti Diantara Pelukan Dua Lelaki 1"

Posting Komentar